Syarat Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Posted on

Jaminan Hari Tua (JHT) adalah salah satu program dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan memberikan dana berupa uang tunai kepada peserta ketika usia 56 tahun. Jumlah uang tunai merupakan nilai akumulasi dari iuran ditambah pengembangannya.

Program ini merupakan salah satu program andalan dari BPJS Ketenagakerjaan yang hampir diikuti oleh semua peserta PPU dan Mandiri. Bagi anda yang ingin mencairkan dana JHT, anda harus mengetahui terlebih dahulu ketentuan dan apa saja persyaratan klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini dikarenakan agar proses pencairan dana bisa berjalan dengan cepat dan lancar. Sehingga anda bisa mendapatkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Syarat Klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Apa Saja Syarat Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan ?

Sebelum anda mencairkan dana, selama menjadi peserta, anda bisa mengecek jumlah saldo BPJS Ketenagakerjaan yang anda miliki. Cara pengecekan juga cukup mudah dan bisa dilakukan dalam berbagai cara. Anda bisa mengecek saldo melalui sms, via online bahkan anda juga bisa mengecek saldo melalui aplikasi BPJSTKU.

Perlu anda ketahui, pencairan dana JHT dibagi menjadi 3 berdasarkan jumlah dana yang bisa dicairkan yaitu 100%, 30% dan 10%. Masing-masing pencairan memiliki prosedur yang berbeda karena ketiganya juga memiliki ketentuan klaim BPJS yang berbeda pula.

Untuk pencairan saldo 10% dan 30% bisa dilakukan meskipun peserta belum pensiun atau berusia 56 tahun. Ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah(PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015 menyatakan bahwa saldo JHT bisa diambil 10%, 30% hingga 100% tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya.

Baca Juga : Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Ini merupakan berita bagus bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, lantaran mereka jadi lebih mudah untuk mencairkan saldo yang nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meskipun begitu, anda juga harus mengetahui apa saja persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa klaim BPJS Ketenagakerjaan. Berikut adalah dokumen persyaratan yang harus anda penuhi untuk mengajukan Klaim saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan :

Syarat Mencairkan Saldo JHT 10%
  • Asli dan Fotocopy kartu BPJS/Jamsostek.
  • Asli dan Fotocopy KTP atau Paspor Peserta.
  • Asli dan Fotocopy KK (Kartu Keluarga).
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Buku Rekening Tabungan.
Syarat Mencairkan Saldo JHT 30%
  • Asli dan Fotocopy kartu BPJS/Jamsostek.
  • Asli dan Fotocopy KTP atau Paspor Peserta.
  • Asli dan Fotocopy KK (Kartu Keluarga).
  • Surat keterangan masih aktif bekerja dari perusahaan.
  • Dokumen Perumahan.
  • Buku Rekening Tabungan.

Perlu diketahui, bagi anda yang ingin mencairkan dana JHT sebesar 10% dan 30%, maka anda harus bersiap dengan pemberlakuan pajak progresif dari BPJS Ketenagakerjaan. Berikut adalah rincian pajak progresif yang harus anda tanggung :

  • Pajak progresif sendiri dikenakan mulai dari 5% hingga 30%.
  • Jika saldo JHT di bawah Rp50 juta akan dikenakan pajak sebesar 5%.
  • Jika peserta memiliki saldo JHT antara Rp50 juta sampai Rp250 juta maka tarif pajaknya lebih besar yaitu 15%.
  • Jika saldo JHT Anda antara Rp250 juta sampai Rp500 juta maka pajaknya yaitu sebesar 25%.
  • Jika saldo JHT yang telah mencapai lebih dari setengah milyar, maka tarif pajaknya adalah 30%.
  • Namun bila pekerja tidak pernah mencairkan JHT meski sudah mencapai 10 tahun kepesertaan ini maka berapapun saldo JHT Anda nanti saat akan mencairkannya pajak yang dikenakan hanya sebesar 5%.
Syarat Mencairkan Saldo JHT 100%
  • Sudah berhenti bekerja (PHK/resign).
  • Asli dan Fotocopy Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  • Asli dan Fotocopy Surat pengalaman bekerja/surat keterangan sudah berhenti bekerja.
  • Asli dan Fotocopy KTP atau boleh juga SIM.
  • Asli dan Fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  • Buku Tabungan untuk Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan.
  • Jangan lupa sertakan fotocopy minimal sebanyak 1 lembar untuk masing-masing dokumen di atas.
  • Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap.
  • Meterai 1 lembar.
Ketentuan Tambahan Sesuai Kondisi Peserta selama Proses Pengajuan Klaim Dana JHT
  • Wajib menyertakan NPWP asli dan Fotocopy untuk mencairkan JHT lebih dari Rp50 juta.
  • Tidak memiliki tunggakan iuran JHT.
  • Nama, tanggal lahir, serta alamat peserta pada masing-masing dokumen tidak boleh berbeda.
  • Jika ada perbedaan, maka peserta wajib menyertakan surat keterangan dari pihak perusahaan atau kelurahan tempat domisili peserta.
  • Khusus untuk pengajuan pencairan dana perumahan (30%), wajib menyertakan dokumen: bukti pembayaran tanda jadi (booking fee), Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K), Standing Instructions (Surat Perintah Penyaluran Dana Realisasi KPR), serta akad kredit yang dikeluarkan oleh pihak bank.
  • Khusus Pencairan dana JHT 100, peserta atau karwayan wajib menyertakan Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja).

Pastikan sebelum anda mengajukan klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan, anda sudah melengkapi dokumen persyaratan dan mengetahui prosedur yang sudah ditetapkan. Ini bertujuan agar proses pengajuan bisa berjalan lancar dan cepat.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Klaim Dana JHT

Dengan adanya program Jaminan Hari Tua, masyarakat bisa merencakan hari tua mereka agar bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Segera daftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan dapatkan manfaat jaminan sosial yang diberikan. Demikian ulasang singkat yang bisa saya berikan. Semoga dapat membantu anda dan terima kasih.