Perpanjang Status Kepesertaan Anak Peserta BPJS PPU Usia 21 Tahun Yang Masih Kuliah

Posted on

Sesuai dengan kebijakan BPJS yang masih berlaku, peserta BPJS PPU dapat menanggung sampai dengan 4 orang anggota keluarga lainnya (5 dengan peserta yang bersangkutan). 5 Peserta tersebut meliputi Ayah, Ibu, dan 3 orang anak baik anak kandung maupun anak angkat berdasarkan keputusan pengadilan negeri.

Perlu anda ketahui, anak yang masih dapat menjadi tanggungan adalah anak yang berusia dibawah 21 tahun atau belum berusia 25 namun masih mengenyam pendidikan formal seperti kuliah. Artinya kepeserta BPJS anak yang dapat ditanggung dibatasi sampai usia 21 atau sebelum 25 tahun apabila anak masih kuliah.

Apabila anak di usia 21 tahun sudah bekerja, maka harus melakukan perubahan data menjadi peserta mandiri atau peserta PPU di perusahaan tempat anak bekerja. Jika anak masih kulia di usia 21 tahu, orang tua tidak perlu merubah data hanya perlu melaporkan dan memperpanjang status kepesertaan si anak. Dengan begitu anak masih bisa mendapatkan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan.Perpanjang Status Kepesertaan Anak Peserta BPJS PPU Usia 21 Tahun Yang Masih Kuliah

Prosedur Perpanjang Kepesertaan Anak Peserta BPJS PPU Usia 21 Tahun Yang Masih Kuliah

Untuk bisa melakukan perpanjangan, anda cukup datang ke kantor cabang BPJS setempat dengan membawa persyaratan. Prosedur ini berlaku apabila anak masih kuliha pada usia 21 tahun atau 25 tahun. Berikut adalah persyaratan yang harus dibawa untuk perpanjang status kepesertaan si anak :

  • Kartu BPJS Kesehatan si Anak
  • Kartu Keluarga (KK)
  • KTP
  • Surat keterangan kuliah terbaru

Setelah melengkapi dokumen persyaratan, anda bisa segera mengunjungi kantor cabang BPJS setempat. Uraikan keperluan anda kepada petugas agar diberikan formulir perpanjangan status kepesertaan. Isi formulir sesuai dengan data dan tunggu sampai nomor antrian anda dipanggil. Serahkan formulir yang sudah di isi beserta dokumen persyaratan kepada petugas BPJS.

Bagaimana Jika Tidak Melapor ?

Jika orang tua atau si anak tidak melapor kepada pihak BPJS, maka pihak BPJS akan menganggap bahwa si anak tidak bisa ditanggung. Kemungkinan terburuk adalah status kepesertaan si anak akan di non-aktifkan. Sehingga anak tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan dari BPJS.