Ketahui Prosedur Operasi Menggunakan BPJS

Posted on

Operasi merupakan salah satu metode penyembuhan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Paling murah saja bisa mencapai 10 jutaan. Semakin parah penyakit yang diderita, maka biaya operasi yang dikeluarkan juga semakin besar. Belum lagi biaya berobat setiap tahun semakin mahal.

Untuk itu, menjadi anggota peserta BPJS Kesehatan merupakan pilihan yang tepat. Selain biaya premi atau iuran BPJS Kesehatan yang sangat murah, peserta bisa mendapatkan berbagai layanan kesehatan yang layak seperti operasi. Prosedur Operasi Menggunakan BPJS

BPJS akan menanggung semua biaya berobat peserta selama di rumah sakit. Mulai dari biaya rawat inap, obat-obatan, biaya operasi dan beberapa biaya lainnya. Memang hampir seluruh jenis operasi akan di tanggung oleh BPJS.

Namun BPJS bisa saja menolak penanggungan apabila operasi yang akan dilakukan tidak sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Oleh sebab itu, anda juga harus mengetahui prosedur operasi yang sudah ditetapkan agar biaya operasi bisa ditanggung oleh BPJS.

Prosedur Operasi Menggunakan BPJS

Tentunya sebelum melakukan operasi, pasien harus mendapatkan kepastian dan persetujuan dari dokter apabila memerlukan tindakan operasi. Ini merupakan hal yang wajib diketahui agar operasi bisa berjalan sesuai prosedur. Selain itu, proses klaim BPJS bisa diterima, sehingga biaya operasi bisa ditanggung BPJS.

Sebelum melakukan operasi, pasien diwajibkan melakukan pemeriksaan pada faskes yang telah ditetapkan oleh BPJS seperti Puskesmas atau Klinik. Pasien akan diperiksa oleh dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Apabila dari hasil pemeriksaan pasien membutuhkan tindakan operasi, dokter akan memberikan surat rujukan ke rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS. Simpan surat rujukan tersebut untuk diserahkan kepada rumah sakit rujukan. Baca Juga : Jenis Operasi yang Ditanggung BPJS

Dari sini juga pasien akan tentukan apakah termasuk pasien gawat darurat atau bukan. Hal ini dikarenakan prosedur dari kedua jenis pasien ini berbeda. Setelah mendatangi rumah sakit rujukan dan mendaftar, dokter spesialis dari rumah sakit akan memeriksa pasien dan mengatur jadwal operasi. Ini berlaku untuk pasien bukan gawat darurat.

Namun apabila termasuk pasien gawat darurat dan telah berada di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter akan segera melakukan tindakan operasi tanpa membuat jadwal terlebih dahulu. Agar proses pengajuan lancar, pasien memerlukan beberapa dokumen agar klaim BPJS bisa segera disetujui. Berikut persyaratan yang harus dipenuhi :

  • Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS)
  • Surat rujukan dari Faskes (Puskesmas atau Klinik)

Setelah menyerahkan dokumen persyaratan dan pengajuan diterima oleh BPJS, pasien tinggal menunggu jadwal operasi yang sudah ditentukan dari pihak rumah sakit. Selain biaya operasi, peserta BPJS juga akan mendapatkan penanggungan biaya pasca operasi seperti rawat inap, kontrol maupun rawat jalan. Tentunya sesuai dengan prosedur dan peraturan yang sudah ditetapkan.

Perlu diketahui, BPJS akan menanggung seluruh biaya operasi berapapun itu sesuai dengan kelas yang diambil. Besar tarif yang menjadi tanggungan BPJS akan dihitung sesuai dengan sistem Indonesia Case Base Groups (INA-CBGs). Sistem ini akan menghitung besar tarif berdasarkan beberapa point, diantaranya :

  • Kualifikasi rumah sakit (rujukan nasional, kelas A-D)
  • Kelas perawatan (BPJS kelas 1-3)
  • Regional rumah sakit (regional 1-5)
  • Tingkat keparahan (berat-sedang-ringan)

Dengan mengikuti seluruh prosedur yang sudah ditetapkan, biaya operasi akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sehingga anda bisa menggunakan uang anda untuk kepentingan lainnya. Demikian ulasan yang bisa kami berikan, semoga bisa memberikan manfaat. Terima kasih. Baca Juga : Biaya yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan