Prosedur Agar Kecelakaan Lalu Lintas Dijamin BPJS Kesehatan

Beberapa waktu yang lalu, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan PT Jasa Raharja untuk mengoptimalisasikan penanggungan klaim bagi korban kecelakaan lalu lintas. Tentu ini menjadi kabar gembira bagi peserta JKN-KIS.

Sebenarnya sistem penjaminan ganda ini sudah berjalan sejak 2013, hanya saja belum optimal. Di tahun 2019, kedua belah pihak akan lebih mengoptilkan lagi agar sistem jaminan ganda ini bisa tepat sasaran.

Pengoptimalan ini juga bertujuan agar tidak terjadi double claim, dimana uang klaim dari PT Jasa Raharja ini malah disimpan, bukan untuk berobat karena dapat klaim juga dari BPJS Kesehatan.

Prosedur Agar Kecelakaan Lalu Lintas Dijamin BPJS KesehatanProsedur Agar Kecelakaan Lalu Lintas Dijamin BPJS Kesehatan

Agar sistem bisa bejalan dengan baik dan tepat sasaran, keduanya memberlakukan sistem atau mekanisme klaim baru. Pada mekanisme terbaru ini, PT Jasa Raharja menjadi penjamin pertama dengan batasan plafon sebesar 20 juta.

Apabila biaya melebih batas plafon, penjaminannya akan dialihkan BPJS kesehatan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Mekanisme ini tidak berlaku untuk kecelakaan tunggal, yang berarti kecelakaan tunggal hanya akan dijamin oleh PT Jasa Rajaharja.

Pelaksanaan manfaat dari mekanisme terbaru ini tidak sulit. Keluarga korban atau pasien tidak perlu mengurus sendiri klaim, laporan, atau reimburse. Sistem akan mengatur laporan dan mekanisme klaim lainnya hingga pasien sembuh.

Dengan sistem ini, korban kecelakaan akan langsung masuk rumah sakit (RS) dan bisa segera mendapatkan perawatan. Agar penjaminan ganda bisa i klaim, ikuti prosedur yang sudah ditetapkan dibawah ini :

  • Jika mengalami kasus kecelakaan lalu linta, segera mengurus surat Laporan Polisi (LP). LP adalah syarat penjaminan oleh PT Jasa Raharja.
  • Jika dalam kondisi darurat, pasien atau korban bisa segera dibawa ke rumah sakit. Petugas RS akan memasukkan data pasien di aplikasi fee claim BPJS Kesehatan, yang tersambung dengan Integrated Road Safety Management System (IRSMS) milik Kepolisian dan m-office PT Jasa Raharja. Kalau sebelumnya reimburst ditanggung ke PT Jasa Raharja, kini saat datang ke rumah sakit bisa langsung pakai BPJS Kesehatan.
  • Untuk korban kecelakaan kerja, akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (untuk ASN) dan PT Asabri (untuk Prajurit sesuai dengan profesinya masing-masing.

Mekanisme baru ini tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Sehingga korban kecelakaan bisa menjalani pengobatan tanpa perlu mengkhawatirkan pembiayaan serta mekanisme klaim. Dengan begitu, proses penyembuhan bisa lebih cepat dan pasien bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.

error: Content is protected !!