Klaim BPJS Ketenagakerjaan Ditolak? Ini Dia Penyebabnya

Salah satu program unggulan dari BPJS Ketenagakerjaan yang paling banyak diambil hampir semua peserta adalah Program Jaminan Hari Tua (JHT). Program ini merupakan program dasar dalam memberikan jaminan sosial bagi peserta berupa uang tunai.

Nantinya uang tunai ini bisa diambil ketika memasuki usia 56 tahun atau pensiun. Jumlah uang tunai yang dibayarkan berdasarkan nilai akumulasi dari iuran ditambah pengembangannya. Jadi semakin lama ada menjadi peserta BPJS maka saldo JHT yang bisa anda cairkan juga semakin banyak.

Dalam pengajuan klaim BPJS Ketenagakerjaan bisa dilakukan dalam beberapa cara yaitu secara online dan offline. Namun sebelum mengajukan klaim, anda harus mengetahui terlebih dahulu apa saja persyaratan serta ketentuan yang sudah ditetapkan. Hal ini agar pengajuan klaim tidak ditolak, dimana BPJS Ketenagakerjaan memberikan peraturan yang cukup ketat.Penyebab Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Ditolak

Penyebab Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Ditolak

Panjangnya prosedur yang harus ditempuh dalam mengajukan klaim dana JHT membuat beberapa peserta menjadi kesusahan. Belum lagi ketentuan klaim BPJS Ketenagakerjaan juga harus dipahami betul agar pengajuan klaim bisa segera diproses. Hal ini bukan semata-mata pihak BPJS bermaksud untuk mempersulit, namun agar dana JHT bisa tetap sasaran dan tidak disalahgunakan.

Tidak heran bila terjadi banyak keluhan dari peserta yang ingin mengajukan klaim. Beberapa dari peserta mengalami kesulitan di berbagai kendala, padahal apabila peserta sudah melengkapi persyaratan klaim serta prosedur sudah dilakukan dengan benar, maka proses pencairan akan menjadi lebih mudah.

Walaupun nantinya ada penolakan, anda jangan terburu-buru berburuk sangka terlebih dahulu. Ada beberapa alasan mengapa klaim BPJS Ketenagakerjaan bisa ditolak. Salah satunya karena dokumen kelengkapan tidak sesuai dengan aturan atau kartu BPJS peserta hilang. Untuk lebih lanjut, berikut adalah alasan klaim Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan ditolak :

1. Dokumen Persyaratan Kurang Lengkap atau Tidak Sesuai

Salah satu penyebab ditolaknya pengajuan klaim dana JHT adalah karena dokumen persyaratan yang diserahkan kurang lengkap. Untuk itu, bagi anda yang berencana ingin klaim dana JHT baik 10%, 30% dan 100%, maka jauh hari anda harus menyiapkan berkas persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan. Berikut adalah syarat pencairan BPJS Ketenagakerjaan yang harus anda lengkapi :

  • Asli dan Fotocopy Kartu Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan.
  • Asli dan Fotocopy Paklaring/Surat pengalaman bekerja/surat keterangan sudah berhenti bekerja.
  • Asli dan Fotocopy KTP atau boleh juga SIM.
  • Asli dan Fotocopy Kartu Keluarga (KK).
  • Buku Tabungan untuk Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan.
  • Pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap.
  • Asli dan Fotocopy dan asli Surat keterangan domisili dari RT/RW setempat jika pencairan dilakukan di kantor BPJS luar kota.
  • Meterai 1 lembar.

2. Kartu BPJS hilang

Kartu BPJS adalah identitas yang menunjukan bahwa anda adalah peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kartu BPJS ini wajib disimpan dengan baik, karena didalamnya terdapat informasi penting seperti nomor BPJS, tanggal aktif kepesertaan, dan nama peserta.

Apabila kartu BPJS hilang, maka anda tidak bisa mengajukan klaim dana BPJS. Namun apabila anda masih mengingat berapa nomor BPJS Ketenagakerjaan anda, anda masih bisa mengajukan klaim. Agar proses pengajuan klaim bisa lebih cepat, alangkah baiknya anda segera mengurus kartu BPJS yang hilang.

Baca Juga : Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Apabila Kartu BPJS Hilang

3. Ketidaksesuaian Data

BPJS Ketenagakerjaan sangat teliti dalam memeriksa kecocokan data. Hal ini dilakukan agar yang JHT bisa ditereima oleh orang yang tepat. Pihak BPJS akan mencocokkan data dari setiap dokumen yang diserahkan. Apabila terjadi perbedaan, maka proses klaim dana JHT akan ditangguhkan sampai peserta memperbaiki data.

Beberapa contoh perbedaan data yang sering terjadi seperti data RT/RW yang tercantum di KK dan KTP berbeda, data alamat berbeda, nama berbeda di KTP dengan kartu BPJS berbeda. Jika hal ini terjadi, maka segera memperbaiki data BPJS anda agar pengajuan klaim bisa segera di proses.

4. Tidak Menyertakan Surat Paklaring

Surat paklaring adalah surat pernyataan tentang kapan anda mulai bekerja sampai akhir masa kerja. Ini menjadi salah satu bukti bahwa anda pernah bekerja disebuh perusahaan. Surat paklaring ini menjadi salah satu persyaratan utama dalam mengajukan kalim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelum anda menyerahkan surat paklaring, pastika data tanggal berhenti bekerja sama dengan tanggal keluar yang ada di data BPJS Ketenagakerjaan. Foto copy paklaring juga harus dilegalisir perusahaan.

5. Tidak Memiliki NPWP

Bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memiliki saldo JHT lebih dari 50 juta, maka saat mencairkan dana JHT wajib memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Hal ini dikarenakan peserta yang memiliki saldo diatas 50 juta akan dikenakan pajak sebesar 5%. Jika tidak memiliki NPWP, pengajuan klaim bisa dipastikan akan ditolak. Untuk itu segera datang ke kantor pajak untuk mengurus NPWP.

Baca Juga : Cara Mencairkan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Itulah penyebab klaim dana JHT ditolak oleh BPJS yang cukup sering terjadi. Agar proses klaim bisa berjalan dengan cepat, sebelum anda mengajukan, pastikan dan teliti lagi apakah dokumen sudah lengkap dan data sudah sama. Jangan sampai anda kekeliruan yang mengakibatkan anda harus mondar-mandir ke kentor BPJS yang memakan banyak waktu.

error: Content is protected !!