Ketahui Apa Saja Kasus dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Posted on

Keberadaan BPJS Kesehatan memang menjadi angin sejuk bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, mereka memberikan jaminan kesehatan dengan biaya premi yang terjangkau. Dengan begitu, layanan kesehatan bisa didapatkan dengan mudah bagi pesertanya.

Menariknya lagi, BPJS Kesehatan menanggung hampir seluruh jenis penyakit, baik ringan hingga berat. Bahkan, fasilitas kesehatan yang membutuhkan biaya besar masih akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Meskipun BPJS Kesehatan menanggung banyak penyakit, namun mereka memiliki aturan tertentu bagi pesertanya. Hal ini dikarenakan agar peserta tidak menyalahgunakan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Ini juga berarti, ada beberapa kasus dan penyakit khusus yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Untuk lebih jelas, mari kita bahas!Ketahui Apa Saja Kasus dan Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan JKN (Permenkes 28/2014), menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan menanggung semua jenis penyakit kecuali yang disebutkan secara eksplisit tidak akan ditanggung, seperti estetika, infertilitas dan lain-lain.

Dari pernyataan tersebut, kurang lebih ada 155 jenis penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan. Jadi jika ada penyakit diluar daftar tersebut atau bukan tujuan untuk kesehatan, maka tidak akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Dalam kasus tertentu, BPJS Kesehatan memang tidak menanggung beberapa penyakit. Berikut adalah daftar penyakit yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan :

1. Hepatitis Akibat Narkoba

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis. Penyebab hepatitis sendiri bisa berasal dari virus (infeksi virus) dan Hepatitis non-virus (hepatitis alkoholik dan hepatitis autoimun).

Hepatitis virus terjadi akibat penggunaan jarum yang terkontaminasi virus hepatitis (seperti melalui suntikan narkoba, tato, tindik tubuh, suntikan obat, atau jarum transfusi) atau tertular dari seseorang yang terinfeksi hepatitis.

Sedangkan hepatitis non-virus bisa terjadi karena terlalu banyak atau sering minum minuman beralkohol (hepatitis alkoholik) atau sistem kekebalan tubuh menyerang hati (hepatitis autoimun).

Baca Juga : Wajib Tahu!! Ini Lho Perawatan Gigi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Pada dasarnya, untuk pengobatan pasien hepatitis, BPJS Kesehatan akan menanggung seluruh biaya pengobatan. Namun apabila pada saat pemeriksaan dan diketahui penyebab munculnya penyakit hepatitis karena gaya hidup yang buruk seperti penggunaan jarum suntik narkoba, maka BPJS Kesehatan tidak akan menanggungnya.

2. Tetanus Akibat Percobaan Bunuh Diri

Tetanus adalah kondisi di mana terdapat kerusakan sistem saraf yang disebabkan oleh racun yang diakibatkan oleh racun pada bakteri. Tetanus disebabkan oleh bakteri yang disebut Clostridium tetani. Bakteri ini ada di seluruh dunia dan terutama berada di tanah.

Gejala penyakit tetanus bisa berupa badan tegang, kaku dan sakit dalam 7 hari setelah luka atau masuknya bakteri. Tetanus jika tidak segera diobati, bisa menyebabkan kematian. BPJS Kesehatan akan menanggung biaya pengobatan penyakit tetanus.

Namun apabila pada saat pemeriksaan dan diketahui penyebab tetanus adalah karena percobaan bunuh diri (yang berarti sajam yang digunakan terdapat bakteri tetanus), maka BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biaya pengobatan.

3. Penyakit Ginjal Akibat Minuman Keras

Penyakit ginjal sendiri ada berbagai macam dan bisa disebabkan oleh banyak hal. Ginjal sendiri merupakan organ yang memiliki peran penting bagi tubuh, seperti menyaring limbah tubuh, menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh.

Jika penyakit ginjal disebabkan oleh gaya hidup yang buruk seperti minum minuman beralkohol, BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biaya pengobatan.

Kasus Kesehatan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Selain penyakit, ada beberapa kasus kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kasus ini biasanya bukan untuk tujuan kesehatan melainkan tujuan lain seperti kecantikan. Berikut adalah kasus kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan :

1. Operasi untuk Tujuan Estetik

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 28 tahun 2014, BPJS Kesehatan akan menanggung semua jenis operasi yang bersifat tindakan medis atau pengobatan pasien. Ini berarti apabila tujuan operasi bukan sebagai tindakan medis atau pengobatan, melainkan untuk estetik dan kecantikan, maka BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biayanya.

2. Pengobatan Infertilitas

Infertilitas adalah salah satu gangguang yang menyebabkan organ reproduksi tidak subur. Inferti akan mengakibatkan kesulitan untuk memiliki keturunan. Kasus medis ini biasa juga disebut dengan kemandulan.

Penyebab infertilitas ini bisa bermacam-macam, mulai dari gaya hidup yang buruk hingga infeksi penyakit. Masalah infertilitas bisa diobati, namun BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan.

Baca Juga : Cara dan Prosedur USG Menggunakan BPJS Kesehatan

3. Operasi Akibat Kecelakaan Kerja

Perlu diketahui, BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya operasi akibat kecelakaan kerja. Hal ini dikarenakan, kasus ini merupakan kasus yang ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jadi, anda jangan sampai salah klaim BPJS ya!

4. Pengobatan Alternatif

Meskipun sekarang jaman sudah sangat modern, masih ada banyak orang lebih menyukai pengobatan alternatif, seperti pijat, akupuntur hingga datang ke mbah dukun. Pengobatan ini dipilih lantaran biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar atau disesuaikan dengan keluhan pasien.

Sayangnya, jenis pengobatan ini tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jadi pasien harus membayar sendiri biaya pengobatan tersebut. Hal ini dikarenakan, BPJS Kesehatan mengkategorikan pengobatan tersebut tidak efektif dalam menyembuhkan berdasarkan penilaian teknologi kesehatan.

Itulah kasus dan penyakit yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Jagalah kesehatan anda dengan mengikuti gaya hidup sehat dan tidak minum minuman keras, merokok apalagi mengkonsumsi narkoba.

Segera lindungi diri dan keluarga dengan menjadi peserta BPJS Kesehatan. Pastikan, untuk selalu membayar iuran BPJS Kesehatan setiap bulannya.