Pengertian Asuransi dan Beberapa Hal yang Wajib Kamu Ketahui

Posted on

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu sesuai dengan harapan. Ada banyak sekali rintangan yang harus dihadapi. Seperti dalam berwirausaha, berbagai resiko bisa saja terjadi. Mulai dari rusaknya peralatan, penipuan hingga resiko yang paling menakutkan adalah kerugian.

Dari sinilah peran asuransi begitu penting. Asuransi akan mengurangi atau mengkover segala resiko yang akan terjadi. Sehingga ketika terjadi sebuah musibah, kerugian yang akan anda alami tidaklah begitu banyak. Sekarang ini ada banyak sekali perusahaan asuransi yang memberikan produk layanan dengan berbagai keuntungan yang bisa ada dapatkan.

Namun sebelumnya, apakah anda mengetahui apa itu asuransi?, serta manfaat apa saja yang bisa anda dapatkan ketika memiliki asuransi.Pengertian Asuransi

Menurut wikipedia.com, pengertian asuransi adalah sebuah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan yang ditujukan untuk melindungi jiwa, properti, kesehatan atau yang lainnya secara finansial. Ini adalah salah satu definisi asuransi secara umum yang mudah dipahami. Namun, bagaimana pengertian asuransi menurut para ahli dan berdasarkan aturan hukum di Indonesia mengenai Asuransi?

Pakar ekonomi Robert I. Mehr mengemukakan Pengertian Asuransi. Menurutnya asuransi merupakan suatu alat yang bertujuan untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit yang beresiko agar kerugian individu bisa diprediksikan secara bersama-sama. Hasil prediksi kerugian itu, kemudian dibagi dan didistribusikan secara adil dan merata kesemua unit yang ada pada gabungan tersebut.

Wirdjono Prodjodikoro mengemukakan pendapatnya pada buka yang berjudul Hukum Asuransi di Indonesia. Didalamnya beliau menjelaskan pengertian asuransi adalah suatu persetujuan dari dua pihak. Dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, akan memberikan uang sebagai pengganti kerugian yang mungkin akan dialami oleh pihak yang dijamin karena suatu akibat dari sebuah peristiwa yang belum jelas.

Lalu menurut Undang-undang KUHD pasal 246 disebutkan bahwa “asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu”.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa asuransi merupakan hasil persetujuan atau kerjasama dari dua pihak untuk memprediksikan serta menanggulangi risiko yang akan terjadi secara merata. Risiko ini adalah ketidakpastian akan terjadinya suatu peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian ekonomis. Ini juga menjelaskan fungsi asuransi secara umum.Definisi Asuransi

Melihat banyaknya risiko yang dihadapi, ada beberapa jenis asuransi yang dibedakan berdasarkan risiko. Namun jenis-jenis asuransi tersebut secara umum dibagi menjadi dua jenis yaitu, asuransi jiwa (life insurance) dan asuransi ganti kerugian (general insurance).

Asuransi jiwa memiliki fungsi untuk menangung risiko terkait dengan hidup dan meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Sedangkan asuransi ganti kerugian akan memberikan penanggulangan risiko seperti kerugian, kehilangan manfaat dan lainnya.

Dalam perjanjian asuransi, pihak yang menyalurkan risiko disebut tertanggung dan yang menerima risiko disebut penanggung. Kedua belah pihak ini akan melakukan perjanjian yang disebut kesepakatan. Didalam kesepakatan ini sudah terdapat kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah, kondisi, manfaat dan apa yang dilindungi. Kontrak legal ini biasanya ditulis dalam bentuk buku atau biasa disebut dengan polis.

Didalam asuransi juga terdapat prinsip yang digunakan dalam perjanjian. Prinsip asuransi ini adalah prinsip subrogasi, yaitu perpindahan hak kreditur kepada seorang pihak ketiga yang membayar kepada kreditur. Pengertian subrogasi menurut Wirdjono Prodjodikoro adalah penggantian pihak yang berhak dalam suatu hubungan hukum mengenai hak-haknya terhadap pihak yang berwajib.Manfaat Asuransi

Dalam hal asuransi, tertanggung merupakan pihak yang berhak dalam suatu hubungan hukum dengan pihak ketiga. Sebagai contoh Misalnya, ada sebuah bangunan yang sudah dijamin, kemudian dibakar oleh seseorang dari pihak ketiga.

Menurut pasal 1365 B.W. pihak tertanggung berhak meminta ganti rugi kepada orang ketiga tersebut, berdasarkan atas perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad). Setelah melakukan perjanjian, didalamnya terdapat tiga unsur yang menjadi pedoman utama mekanisme penanggulangan risiko tertanggung. Tiga unsur tersebut adalah premi, polis dan klaim.

  • Premi asuransi adalah jumlah uang atau kewajiban yang harus dibayar tertanggung sesuai dengan perjanjian kepada pihak penanggung sebagai jasa pengalihan risiko.
  • Polis asuransi adalah kontrak atau perjanjian yang dikeluarkan oleh pihak penanggung kepada tertanggung sebagai dasar dan acuan untuk pembayaran ganti rugi kepada tertanggung. Didalam polis ini berisi informasi lengkap mengenai perjanjian seperti manfaat asuransi yang didapat, syarat pengambilan ganti rugi dan lainnya yang menjadi hak dari pihak tertanggung.
  • Klaim asuransi adalah pengajuan ganti rugi apabila risiko telah terjadi. Untuk mendapatkan ganti rugi ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yang sudah tertera pada polis. Besar kecilnya klaim dihitung dari risiko yang terjadi dan perjanjian yang sudah dilakukan diawal.

Selama kontrak berjalan, anda harus memahami betul perjanjian yang sudah dilakukan. Mulai keuntungan asuransi yang akan anda dapatkan, cara klaim asuransi dan lainnya yang menjadi hak anda sebagai tertanggung. Anda bisa membacanya didalam polis yang anda dapatkan dari perusahaan asuransi. Maka dari itu, anda harus menyimpan polis anda dan jangan sampai hilang.