Prosedur Pasang Gigi Palsu Menggunakan BPJS Kesehatan

Perawatan gigi sangat diperlukan untuk menjaga gigi agar tetap sehat, bersih, putih dan kuat. Dengan begitu, kita tidak akan kesulitan mengunyah makanan dan tetap pede ketika bertemu dengan orang lain.

Sayangnya, perawatan gigi cukup mahal, sehingga hanya sedikit orang yang melakukan perawatan gigi. Untungnya, BPJS Kesehatan juga memberikan layanan kesehatan untuk perawatan kesehatan gigi dan mulut. Tentu peserta bisa mendapatkan layanan tersebut dengan mengikuti prosedur yang ditentukan.

Terlebih, BPJS Kesehatan juga memberikan layanan pasang gigi palsu, dimana ini sangat diperlukan bagi orang-orang yang kehilangan gigi namun ingin tetap tampil pede. Menariknya lagi, tidak hanya 1 gigi yang bisa dipasang, namun hingga 16 gigi. Untuk itu, jangan ragu menggunakan BPJS Kesehatan untuk pasang gigi palsu.Prosedur Pasang Gigi Palsu Menggunakan BPJS Kesehatan

Cakupan Layanan Pasang Gigi Palsu Dari BPJS Kesehatan

Sesuai dengan peraturan BPJS Kesehatan nomor 1 tahun 2014 pasal 52 ayat 1, BPJS memberikan layanan protesa gigi atau gigi palsu. Pelayanan gigi palsu sangat berguna bagi orang yang kehilangan gigi lebih dari 1 terutama orang tua yang memang kebanyak sudah kehilangan banyak gigi.

Pelayanan gigi palsu bisa didapatkan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Faskes I) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan. Gigi palsu diberikan kepada Peserta BPJS Kesehatan yang kehilangan gigi sesuai dengan indikasi medis dan atas rekomendasidari Dokter Gigi. Tarif maksimal penggantian prothesa gigi adalah sebesar Rp. 1.000.000 dengan ketentuan sebagai berikut:

Baca Juga : Prosedur Scaling Gigi Menggunakan BPJS Kesehatan

Tarif untuk masing-masing rahang maksimal Rp. 500.000
Rincian per rahang :

  • 1 sampai dengan 8 gigi : Rp. 250.000
  • 9 sampai dengan 16 gigi : Rp. 500.000

Bila anda kebingungan dengan jumlah biaya yang bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, berikut adalah beberapa contoh kasus sebagai contoh layanan protesa gigi.

Kasus 1 :
Penggantian untuk 2 gigi rahang atas dan 1 gigi rahang bawah, diganti sebesar Rp. 500.000 dengan rincian :

  • Penggantian untuk 2 gigi rahang atas sebesar Rp. 250.000
  • Penggantian untuk 1 gigi rahang bawah sebesar Rp. 250.000

Kasus 2 :
Penggantian untuk 1 gigi rahang atas dan 10 gigi rahang bawah, diganti sebesar Rp. 750.000 dengan rincian:

  • Penggantian untuk 1 gigi rahang atas sebesar Rp. 250.000
  • Penggantian untuk 10 gigi rahang bawah sebesar Rp. 500.000

Prosedur Pasang Gigi Palsu Menggunakan BPJS Kesehatan

Jika anda sudah mengetahui apa saja cakupan layanan Prosthesa gigi atau gigi palsu, anda bisa mengira-ngira berapa biaya yang akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Apabila biaya ternyata lebih besar, maka sisa biaya yang sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan akan dibayar oleh peserta BPJS Kesehatan.

Sebelum anda memesan pembuatan gigi palsu dan melakukan pemasangan, pastikan anda sudah melengkapi dokumen persyaratan untuk administrasi. Persyaratan yang diperlukan tidaklah sulit, peserta cukup membawa kartu BPJS Kesehatan dan KTP untuk pendaftaran.

Setelah itu, peserta bisa mendapatkan layanan gigi palsu sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. Berikut adalah prosedur yang harus ditempuh oleh peserta BPJS Kesehatan :

  • Peserta datang ke Puskesmas/Klinik atau ke Dokter Gigi Praktek Mandiri/Perorangan sesuai pilihan Peserta.
  • Peserta menunjukkan kartu identitas BPJS Kesehatan (proses administrasi).
  • Fasilitas Kesehatan melakukan pengecekan keabsahan kartu peserta.
  • Fasilitas Kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan/pemberian tindakan/pengobatan.
  • Setelah mendapatkan pelayanan peserta menandatangani bukti pelayanan pada lembar yang disediakan oleh Fasilitas Kesehatan.
  • Bila diperlukan atas indikasi medis peserta akan memperoleh obat.
  • Rujukan kasus gigi dapat dilakukan jika atas indikasi medis memerlukan pemeriksaan/ tindakan spesialis/sub spesialis. Rujukan tersebut hanya dapat dilakukan oleh Dokter Gigi, kecuali Puskesmas/Klinik yang tidak memiliki Dokter Gigi.
  • Bila diperlukan atas indikasi medis peserta akan memperoleh resep protesa gigi/gigi palsu yang mencantumkan jumlah dan lokasi gigi.
  • Protesa gigi/gigi palsu dapat diperoleh dari :
    • Dokter Gigi praktek mandiri/perorangan
    • Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan dokter gigi dan/atau jejaring dokter gigi
    • Klinik yang memiliki tenaga kesehatan dan/ atau jejaring dokter gigi; atau
    • Rumah Sakit.
  • Peserta menandatangani bukti tanda terima, setelah mendapatkan protesa gigi/gigi palsu
  • Protesa gigi/gigi palsu dapat diberikan kembali paling cepat 2 (dua) tahun sekali atas indikasi medis untuk gigi yang sama.

Baca Juga : Wajib Tahu! 2 Jenis Penambalan Gigi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Dengan adanya layanan protesa gigi atau gigi palsu ini, sangat membantu untuk mengurangi beban biaya yang dikeluarkan oleh peserta. Jadi, jangan ragu untuk menggunakan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan. Segera daftarkan diri dan keluarga anda.

error: Content is protected !!