Syarat dan Prosedur Mengurus Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Jaminan kematian merupakan salah satu program andalan dari BPJS Ketenagakerjaan. Program ini merupakan pelengkap dari program Jaminan Hari Tua yang memberikan manfaat uang tunai.

Uang tunai ini akan diberikan kepada ahli waris ketika peserta yang bersangkutan meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Program Jaminan Kematian sangat cocok bagi pekereja yang bekerja dengan tingkat risiko yang tinggi seperti kontraktor, pertambangan, perminyakan dan lainnya.

Untuk mengurus Jaminan Kematian ini terbilang susah-susah gampang, karena membutuhkan dokumen yang cukup banyak. Agar proses pengajuan bisa segera diproses, pastikan anda mengetahui apa saja persyaratan yang dibutuhkan serta prosedur yang harus ditempuh.Syarat dan Prosedur Pengajuan Jaminan Kematian

Syarat Mengajukan Jaminan Kematian

Jaminan Kematian memberikan manfaat bagi ahli waris, yang bertujuan agar keluarga yang ditinggalkan masih bisa meneruskan hidup dan masih bisa mendapatkan kehidupan yang layak. Bagi anda yang ingin mengajukan Jaminan Kematian untuk mendapatkan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, berikut adalah dokumen persyaratan yang harus penuhi.

Baca Juga : Hal Yang Harus Anda Ketahui Apabila Peserta BPJS Kesehatan Meninggal Dunia

  • Kartu BPJS Ketenagakerjaan dari peserta yang bersangkutan
  • KTP Peserta yang bersangkutan asli dan fotocopy
  • Kartu Keluarga
  • KTP ahli waris dari peserta yang besangkutan
  • Surat keterangan ahli waris
  • Surat keterangan kematian
  • Formulir Jaminan Kematian
  • Buku Tabungan atas nama ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Prosedur Mengajukan Jaminan Kematian

Jika dokumen persyaratan sudah anda penuhi, anda tinggal melakukan pengajuan dengan mengisi formulir pengajuan. Berikut prosedur yang harus anda tempuh :

  • Datang ke kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan setempat
  • Uraikan keperluan kepada petugas
  • Ambil nomor antrian dan tunggu sampai di panggil
  • Isi formulir pengajuan Jaminan Kematian
  • Serahkan dokumen persyaratan kepada petugas
  • Selesai

Dalam beberapa hari, ahli waris akan dihubungi oleh pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk konfirmasi bahwa uang tunai sudah berhasil di cairkan. Jika dalam 2 minggu masih belum cair, anda bisa segera bertanya langsung ke pihak BPJS dengan mengunjungi kembali kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan yang anda gunakan untuk pengajuan.

Manfaat Jaminan Kematian

Berbicara mengenai manfaat, program ini memberikan manfaat berupa uang tunai yang diberikan kepada ahli waris dengan rincian sebagai berikut :

  • Uang Santunan sekaligus Rp. 16.200.000,-
  • Uang Santunan berkala 24 x Rp. 200.000,- = Rp4.800.000,- (dibayar sekaligus)
  • Biaya pemakaman sebesar Rp. 3.000.000,-
  • Beasiswa pendidikan anak sebesar Rp. 12.000.000,- diberikan kepada setiap Peserta yang meninggal dunia bukan akibat Kecelakaan Kerja dan telah memiliki masa iur paling singkat 5 (lima) tahun.

Besar Iuran Jaminan Kematian

Untuk menghitung besar iuran untuk program Jaminan Kematian berdasarkan adalah berdasarkan jenis kepesertaan. Untuk peserta penerima upah, iuran yang harus dibayar sebesar 0,30% dari upah yang dilaporkan dan ditanggung oleh perusahaan atau pemberi kerja.

Sedangkan untuk peserta bukan peneriam upah, besar iuran sebesar Rp. 6.800. Untuk peserta dari jasa konstruksi besar iuran sebesar mulai 0,21%*nilai proyek dengan rincian sebagai berikut :Besar Iuran Jaminan Kematian Peserta Jasa Konstruksi

Sedangkan untuk peserta migran dikenakan iuran sebesar 370 ribu dengan rincian sebagai berikut :Besar Iuran Jaminan Kematian Peserta Migran

Baca Juga : Prosedur Pindah Faskes BPJS Kesehatan

Jaminan kematian memberikan manfaat uang tunai yang berguna untuk kelangsungan hidup dari keluarga yang ditinggalkan. Dengan begitu mereka masih mendapatkan kahidupan yang layar baik dari segi pendidikan dan kesehatan. Untuk itu, segera daftarkan diri anda untuk perlindungan keluarga anda.

error: Content is protected !!