Bunda, Begini Prosedur Menggunakan BPJS Untuk Melahirkan di Luar Kota

Saat ini biaya yang harus dikeluarkan untuk persalinan tidaklah sedikit. Apalagi bila ada risiko yang harus dihadapi, biaya yang dikeluarkan akan semakin banyak. Untuk itu, melahirkan dengan menggunakan BPJS menjadi salah satu solusi untuk menjaga keuangan anda agar tetap stabil.

BPJS akan memberikan perlindungan dengan menanggung biaya pesalinan. Bagi ibu hamil yang akan melahirkan namun sedang berada di luar kota atau ingin melahirkan di rumah orang tua, BPJS Kesehatan masih bisa digunakan meskipun berada diluar kota. Agar proses lahiran bisa ditanggung oleh BPJS, anda harus mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan.Menggunakan BPJS Untuk Melahirkan di Luar Kota

Bisakah Menggunakan BPJS Untuk Melahirkan di Luar Kota

Bagi anda yang baru menjadi peserta BPJS atau pertama kali hamil dan ingin menggunakan katu BPJS, tentu memiliki segudang pertanyaan. Seperti apakah bisa menggunakan BPJS di luar kota?. Jawabannya adalah BISA. BPJS masih bisa digunakan di luar kota dengan persyaratan yang berlaku.

BPJS memberikan beberapa ketentuan bagi pesertanya untuk mendapatkan layanan kesehatan BPJS di luar kota. Seperti yang sudah tertuang pada surat edaran dari BPJS, bahwa peserta masih bisa menggunakan kartu BPJS di luar kota meskipun tidak dalam kondisi gawat darurat.

Ketentuan Menggunakan BPJS Di Luar Kota

  • Identitas JKN kartu KIS atau BPJS bisa digunakan di seluruh (kota) Indonesia.
  • Kartu KIS / BPJS dapat digunakan di faskes luar domisili maksimal 3 kali kunjungan dalam 1 bulan.
  • Apabila nantinya ada penolakan, peserta dapat melapor ke kantor cabang BPJS terdekat untuk mendapatkan surat pengantar ke faskes tinggal di daerah tersebut. Surat pengantar berlaku selama 1 bulan.
  • Apabila peserta pindah domisili maka perubahan domisili dapat dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan dengan mengisi formulir perubahan data.

Dari ketentuan diatas bisa disimpulkan bahwa menggunakan BPJS untuk melahirkan di luar kota masih bisa dan BPJS akan menanggung biaya persalinan. Untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan di luar kota, anda harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh BPJS.

Baca Juga : Prosedur Operasi Caesar Menggunakan BPJS Kesehatan

Persyaratan Menggunakan BPJS Untuk Melahirkan di Luar Kota

  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Kartu BPJS Kesehatan
  • Surat Keterangan domisili
  • Surat Pengantar Kunjungan Faskes dari kantor BPJS

Dari persyaratan yang sudah dijabarkan, surat pengantar kunjungan faskes dari kantor BPJS menjadi persyaratan yang cukup memakan waktu. Untuk itu, agar proses persalinan bisa berjalan lancar, anda harus mempersiapkan surat ini terlebih dahulu.

Untuk mendapatkan surat pengantar ini, anda harus meminta surat pengantar dari RT/RW setempat terlebih dahulu. Namun sebelumnya tentukan dahulu Faskes mana yang anda pilih untuk tempat melahirkan. Setelah itu, bawa surat pengantar dari RT/RW ke kantor BPJS setempat untuk mendapatkan surat pengantar kunjungan faskes.

Setelah mendapatkan surat pengantar kunjungan faskes dari kantor BPJS, simpan baik-baik surat tersebut sampai hari proses persalinan. Nantinya, surat kunjungan tersebut digunakan agar tidak terjadi penolakan dari faskes yang dipilih karena tidak sesuai dengan faskes yang tertera pada kartu BPJS peserta.

Prosedur Menggunakan Kartu BPJS Untuk Melahirkan di Luar Kota

Apabila dokumen persyaratan sudah terpenuhi semua, anda tinggal mempersiapkan mental dan tenaga agar proses persalinan bisa berjalan dengan lancar. Anda bisa menggunakan kartu BPJS atau KIS untuk memeriksakan kondisi kandungan serta menentukan tanggal kelahiran sang bayi di faskes yang sudah dipilih.

Dokter akan memeriksa kondisi kandungan anda, apakah bisa melahirkan secara normal atau harus melakukan operasi caesar. Dokter dari faskes tersebut juga akan menentukan tanggal kelahiran. Setelah ditentukan anda tinggal mengikuti prosedur terakhir agar BPJS menanggung biaya persalinan.

Pada tanggal kelahiran, segera kunjungi faskes yang sudah dipilih dengan membawa dokumen persyaratan. Setelah itu suami atau anggota keluarga lainnya bisa mengurus administrasi dan keperluan lainnya.

Serahkan dokumen persyaratan yang sudah disiapkan kepada petugas. Jika proses administrasi sudah selesai, peserta akan dibawa ke kamar bersalin untuk proses persalinan.

Peserta bisa ditemani suami atau anggota keluarga lainnya selama proses persalinan. Sebelum dan selama proses persalinan, perbanyak berdoa agar proses persalinan bisa berjalan lancar.

Gawat Darurat Bisa Langsung di Bawa ke Rumah Sakit

Dalam proses kelahiran, ada beberapa risiko yang bisa saja terjadi dan bisa masuk menjadi pasien gawat darurat. Salah satu kasus yang paling umum terjadi adalah ketuban sudah pecah sebelum tanggal yang sudah diperkirakan. Selain itu kondisi kesehatan dan fisik juga mempengaruhi proses kelahiran sang bayi.

Jika dalam keadaan darurat seperti ini, maka peserta bisa dibawa langsung ke rumah sakit tanpa perlu membawa surat pengantar. Peserta cukup menyerahkan KTP asli, KK dan kartu BPJS sang ibu. Dengan memenuhi persyaratan tersebut, BPJS akan menanggung biaya persalinan.

Meskipun pihak rumah sakit atau faskes memerlukan persyaratan lainnya, biasanya diberikan kelonggaran waktu untuk segera mengurus persyaratan tersebut. Untuk itu diperlukan kerjasama dengan anggota keluarga lainnya.  Apabila nantinya ada penolakan, peserta dapat melapor ke kantor cabang BPJS terdekat untuk mendapatkan surat pengantar ke faskes di daerah tempat tinggal tersebut.

Pindah Faskes Untuk Jangka Waktu yang Cukup Lama

Bila anda berada di luar kota untuk waktu yang cukup lama, bisa karena dinas atau keperluan yang lainnya, anda bisa pindah faskes untuk melakukan proses persalinan. Ini juga menjadi salah satu solusi agar peserta tidak perlu mempersiapkan dokumen persyaratan untuk dibawa ketika tanggal persalinan sudah tiba.

Baca Juga : 5 Layanan Kesehatan Untuk Ibu Hamil yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Untuk pindah faskes, peserta harus melakukan perubahan data kepesertaan BPJS yang dapat dilakukan di kantor BPJS setempat. Untuk persyaratan yang diperlukan, anda perlu membawa surat keterangan domisili dari RT/RW setempat, KTP, KK dan kartu BPJS. Serahkan dokumen persyaratan tersebut kepada petugas BPJS. Isi formulir perubahan data denga teliti agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan.

error: Content is protected !!