Mengenal Lebih Dekat BPJS Ketenagakerjaan Beseta Fungsinya

Adanya BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu bukti perhatian pemerintah terhadap jaminan sosial bagi para pekerja di Indonesia. Menggunakan BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan, baik bagi para pengusaha atau para karyawan yang bekerja pada mereka.

BPJS akan memberikan perlindungan dari berbagai macam risiko dan kerugian yang ditimbulkan, sehingga kewajiban dan hak-hak mereka bisa tetap terjaga. BPJS Ketenagakerjaan bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah serta dampak yang ditimbulkan didalam dunia kerja.

Bagi anda yang baru mengenal BPJS Ketenagakerjaan, mari kita bahas lebih jauh mengenai lembaga negara yang bergerak dibidang jaminan sosial ini.Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan

Apa Itu BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah lembaga negara yang memberikan layanan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi. Sebelum terbentuknya BPJS Ketenagakerjaan, masalah proteksi dan jaminan sosial bagi tenaga kerja di Indonesia diurus oleh PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja atau biasa dikenal dengan sebutan Jamsostek.

Sesuai dengan mandat dari UU No. 24 tahun 2011, PT Jamsostek bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan secara resmi mengurus jaminan sosial bagi para pekerja di Indonesia. Kemudian sesuai dengan pasal 14 UU BPJS, pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadi peserta BPJS.

Bahkan pemerintah juga memberikan perlindungan bagi Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia minimal selama 6 (enam) bulan.

Baca Juga : Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Online

Manfaat Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan memberikan 4 program jaminan kesehatan dengan manfaat yang berbeda. Program ini disesuaikan dengan status dan kondisi pekerjaan dari peserta. Dimana masing-masing jenis pekerjaan memiliki tingkat risiko yang berbeda. Berikut adalah 4 manfaat jaminan BPJS Ketenagakerjaan yang bisa anda dapatkan :

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Sesuai dengan namanya, jaminan ini ditujukan bagi pekerja dengan memberikan jaminan terhadap risiko kecelakaan saat bekerja. Jaminan yang diberikan cukup lengkap, karena peserta akan mendapatkan jaminan yang mencakup segala risiko yang tejadi mulai dari berangkat bekerja hingga pulang ke rumah.

2. Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan Hari Tua bisa pilihan tepat bagi pekerja yang akan memasuki usia pensiun dan ingin merencakan keuangan di masa pensiun. Peserta akan menerima hasil berupa uang tunai yang besarnya merupakan nilai akumulasi dari iuran ditambah hasil pengembanga deposito. Klaim dana JHT ini nantinya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah pensiun.

3. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan Pensiun merupakan jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan kepada peserta yang sudah memasuki usia pensiun. Bila JHT digunakan untuk hari tua, maka Jaminan Pensiun akan dibayar selama per bulan maksimal hingga 180 bulan sejak peserta pensiun. Keunggulan lain dari jaminan ini adalah bisa diwariskan ke anak apabila peserta telah meninggal dunia.

4. Jaminan Kematian (JK)

Jaminan ini sangat diperuntukan bagi peserta yang bekerja dengan tingkat risiko yang tinggi, seperti kontraktor, pertambangan, perminyakan dan lainnya. BPJS akan memberikan perlindungan berupa bantuan dana apabila peserta mengalami risiko kematian bukan akibat dari kecelakaan kerja. Bantuan dana akan diberikan secara langsng kepada ahli waris dari peserta.

Baca Juga : Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Dengan Aplikasi BPJSTKU

Dengan mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, anda akan mendapatkan berbagai macam perlindungan dari risiko bisa bisa terjadi kapan saja. Ini juga salah satu solusi untuk menjaga keuangan agar tetap stabil. Segera daftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi diri anda selama bekerja.

error: Content is protected !!