Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Untuk Para Pekerja

Posted on

Saat ini, pemerintah tengah mewajibkan seluruh perusahaan untuk mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini juga sesuai dengan pasal 14 UU BPJS, dimana pemerintah mewajibkan seluruh masyarakat Indonesia dan WNA yang bekerja di Indonesia minimal 6 (enam) bulan untuk menjadi peserta BPJS.

BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan dari risiko dan dampak atau kerugian yang ditimbulkan. Sehingga para pekerja bisa bekerja dengan nyaman karena sudah mendapatkan jaminan sosial.

Ini merupakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang cukup menguntungkan bagi pekerja. Wajibnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap jaminan sosial bagi para pekerja.Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan Bagi Para Pekerja

Sebagai lembaga negara yang bergerak dibidang jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan memiliki segudang manfaat. Manfaat ini bisa didapatkan apabila para pekerja sudah terdaftar sebagai peserta. Berikut adalah manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang bisa didapatkan selama menjadi peserta :

1. Jaminan Hari Tua (JHT)

Jaminan ini merupakan perlindungan yang bersifat dasar bagi pekerja. Ini betujuan untuk menjamin keamanan dan kepastian dari setiap risiko sosial ekonomi yang akan terjadi. Peserta akan mendapatkan jaminan berupa uang tunai yang besarnya merupakan nila akumulasi dari iuran ditambah hasil pengembangannya.

Baca Juga : Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Online

Uang tunai ini akan dibayarkan apabila peserta Program JHT mencapai usia 56 tahun atau meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Kategori usia pensiun juga termasuk peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri, terkena PHK dan sedang tidak aktif bekerja dimana pun, atau peserta yang meninggalkan wilayah Indonesia untuk selamanya.

2. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan perlindungan atas berbagai risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja. Mulai dari perjalanan ke tempat kerja, pulang, kecelakaan di tempat kerja dan perjalanan dinas. Peserta juga akan mendapatkan layanan kesehatan berupa pelayanan tanpa batas sesuai dengan kebutuhan medis.

Selain itu, peserta juga akan mendapatkan santunan upah selama tidak bekerja karena sakit sebesar 6 bulan pertama 100%, 6 bulan kedua 75%, seterusnya hingga sembuh 50%. BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar 48x upah yang dilaporkan oleh perusahaan (pemberi kerja) atau peserta.

Apabila peserta meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja, maka 1 orang anak dari peserta akan mendapatkan beasiswa pendidikan sebesar 12 juta. Peserta juga mendapatkan pendampingan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja.

3. Jaminan Kematian (JKM)

Apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris. Manfaat uang tunai akan diberikan apabila peserta meninggal dunia dalam masa aktif. Besarnya iuran JKM bagi Peserta Penerima Upah adalah 0,30% dari gaji atau upah bulanan, sedangkan bagi Peserta Bukan Penerima Upah adalah Rp6.800 (enam ribu delapan ratus rupiah) setiap bulannya.

BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan santunan berkala selama 24 bulan (2 tahun) dengan perhitungan 24 x Rp200 ribu = Rp4,8 juta yang dibayar sekaligus. Ahli waris juga akan mendapatkan bantuan biaya pemakaman sebesar 3 juta. Selain itu, 1 (satu) anak dari peserta akan mendapatkan beasiswa pendidikan sebanyak 12 juta.

4. Jaminan Pensiun (JP)

Jaminan ini solusi dari pemerintah yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan atau ahli waris. BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan jaminan sosial berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta saat memasuki usia pensiun atau mengalami cacat.

Bagi pensiunan janda atau duda akan mendapatkan uang tunai bulanan sampai dengan meninggal dunia atau menikah lagi. Apabila pensiun dikarenakan cacat, peserta akan mendapatkan uang tunai yang diberikan kepada peserta.

Peserta juga akan memperoleh manfaat pensiun anak berupa uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta. Maksimal 2 orang anak yang didaftarkan pada program pensiun. Uang tunai akan diberikan sampai usia anak mencapai 23 tahun.

Manfaat Tambahan Bagi Peserta Dari BPJS Ketenagakerjaan

Selain manfaat berupa jaminan sosial, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan manfaat yang akan memudahkan anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berikut adalah manfaat lain dari BPJS Ketenagakerjaan :

  • Fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ini ditujukan baik untuk rumah subsidi atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan nonsubsidi.
  • Program beasiswa untuk anak pekerja atau karyawan yang tidak mampu
  • Program pelatihan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk menurunkan risiko pada kecelakaan kerja
  • Layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan layanan konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi
  • Pinjaman biaya renovasi rumah yang juga dengan bunga yang lunak

Baca Juga : Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Mandiri Online

Dengan mengetahui manfaat BPJS Ketenagakerjaan yang begitu banyak, anda tidak perlu lagi meragukan kinerja BPJS Ketenagakerjaan. Segera daftarkan diri anda untuk mendapatkan manfaat jaminan sosial dari risiko ketika bekerja.