Bunda!! Ini Lho 5 Layanan Kesehatan Ibu Hamil Yang Ditanggung BPJS

Proses kehamilan yang lancar hingga persalinan secara normal adalah idaman bagi setiap wanita. Dimana selama mengandung, dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang cukup tinggi. Hal itu dikarenakan salama masa hamil, setiap wanita akan mengalami beberapa gejala yang tidak mengenakan. Seperti mual hingga nafsu makan yang menurun drastis.

Kondisi tersebut tentu akan mempengaruhi kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung. Belum lagi selama masa kehamilan hingga persalinan juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari perawatan ibu dan janin selama kehamilan, USG hingga persiapan persalinan.

Untuk meningkatkan standar kesehatan di Indonesia, BPJS memberikan layanan kesehatan bagi ibu hamil. Ini tentu sangat membantu bagi para calon ibu terutama untuk kalangan menengah kebawah. Lalu apa saja layanan kesehatan yang ditawarkan BPJS untuk hamil?. Simak ulasannya dibawah ini.Layanan Kesehatan Ibu Hamil Yang Ditanggung BPJS

Layanan BPJS Kesehatan Untuk Ibu Hamil

Bagi ibu hamil yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan layanan kesehatan mulai dari awal kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Semua biaya layanan kesehatan tersebut akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama memenuhi prosedur dan persyaratan yang berlaku. Berikut adalah layanan kesehatan bagi ibu hami yang akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan :

1. Layanan Kesehatan Selama Masa Kehamilan

Pada masa kehamilan, ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan kondisi kehamilan dan kesehatan janin yang dikandung. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan menggunakan layanan BPJS Kesehatan.

Baca Juga : Cara Mendaftarkan Bayi Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Layanan kesehatan selama masa kehamilan ini akan ditanggung oleh BPJS sebanyak 4 kali. Pada trimester 1 sebanyak 1 kali, di trimester 2 sebanyak1 kali dan 2 kali di trimester 3.

Pemeriksaan dilakukan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat 1 yakni puskesmas, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya yang terdaftar di dalam BPJS. Peserta atau ibu hamil diwajibkan membawa beberapa persyaratan yaitu :

  • KTP asli
  • Kartu BPJS kesehatan asli
  • Buku kesehatan ibu dan anak

Pada Faskes Tingkat Pertama ibu hamil akan mendapatkan pemeriksaan dari tenaga ahli medis yang memiliki kemampuan dan pengetahuan mengenai kandungan dan bayi. Apabila pemeriksaan kurang memadai dikarenakan fasilitas dan peralatan yang kurang mendukung, maka ibu hami akan mendapatkan rujukan ke Faskes Tingkat Kedua yaitu Rumah Sakit.

Rumah sakit yang menjadi rujukan adalah rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan serta memiliki fasilitas dan peralatan kesehatan yang lebih memadai. Hal ini juga berlaku apabila pada pemeriksaan di Faskes Tingkat Pertama diketahui bahwa ibu hami mengalami masalah yang mempengaruhi kesehatan ibu dan janin.

2. Layanan USG

USG (Ultrasound Sonography) merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan. Selain itu, USG juga biasa dilakukan untuk mengetahui jenis kelamin dari jani. Hal ini biasa dilakukan oleh calon orang tua untuk mempersiapkan persalinan dan kelahiran bayi. Tidak heran bila tindakan USG hampir selalu dilakukan oleh ibu hamil.

Dikarenakan tindakan USG cukup sering dilakukan, BPJS Kesehatan hanya akan menanggung biaya USG apabila dari Faskes Tingkat Pertama menganjurkan untuk tindakan USG. Apabila layanan USG dilakukan atas keinginan sendiri, makan BPJS tidak akan menanggung biaya tersebut.

Untuk bisa mendapatkan layanan USG, peserta atau ibu hamil harus membawa beberapa persyaratan sebagai berikut :

  • Surat rujukan dari Faskes Tingkat Pertama
  • KTP asli dan Fotocopy
  • Kartu BPJS Asli dan Fotocopy
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Buku kesehatan ibu dan anak

Untuk informasi lebih lanjut mengenai USG menggunakan BPJS, anda bisa membaca artikel Cara Menggunakan BPJS Untuk USG.

3. Layanan Persalinan

Biaya persalinan juga akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan apabila sesuai dengan prosedur yang berlaku dan dilakukan di Faskes Tingkat Pertama. Apabila pada Faskes Tingkat Pertama memiliki fasilitas dan peralatan yang kurang memadai, maka ibu hamil akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas dan peralatan yang lebih baik.

Baca Juga : Prosedur Menggunakan BPJS Untuk Melahirkan di Luar Kota

Perujukan ke rumah sakit juga bisa dilakukan apabila kondisi sangat darurat dan berbahaya bagi keselamatan ibu serta bayi. Kondisi ini meliputi pendarahan, kejang, ketuban pecah dini dan berbagai kondisi lainnya yang dapat mempengaruhi keselamatan ibu dan bayi.

Berikut adalah persyaratan yang harus dibawa agar persalinan ditanggung oleh BPJS Kesehatan :

  • Surat rujukan dari Faskes Tingkat Pertama
  • KTP asli dan Fotocopy
  • Kartu BPJS Asli dan Fotocopy
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)

Setelah persyaratan sudah terpenuhi, peserta atau ibu hamil tinggal mengunjungi rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan. Informasi lebih lanjut anda bisa membaca artikel Cara Menggunakan BPJS Untuk Persalinan.

4. Layanan Operasi Caesar

Tindakan operasi Caesar dilakukan apabila persalinan secara normal tidak bisa dilakukan. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena beberapa hal seperti kesehatan ibu yang sedang menurun, posisi bayi tidak normal atau sungsang, hamil kembar dan beberapa kondisi lainnya yang tidak memungkinkan melakukan persalinan secara normal.

Melihat biaya operasi Caesar yang cukup mahal, BPJS akan menanggung biaya tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku. Itu berarti, BPJS Kesehatan akan menanggung biaya operasi Caesar apabila peserta atau ibu hamil mendapatkan rujukan atau rekomendasi dari dokter.

Baca Juga : Daftar Operasi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Apabila operasi dilakukan atas dasar keinginan pribadi, maka BPJS tidak akan menanggung biaya tersebut. Persyaratan yang diperlukan juga cukup mudah dan sama dengan persyaratan untuk mendapatkan layanan kesehatan lainnya.

Diantaranya peserta wajb membawa Surat rujukan dari Faskes Tingkat Pertama, KTP asli dan Fotocopy, Kartu BPJS Asli dan Fotocopy Kartu Keluarga (KK). Jika peserta atau ibu hamil dalam kondisi gawat darurat maka surat rujukan tidak diperlukan lagi.

Pastikan anda sudah melengkapi persyaratan agar biaya operasi caesar bisa di cover oleh BPJS. Untuk prosedur apa saja yang harus ditempuh, anda bisa membaca Cara Menggunakan BPJS Untuk Operasi Caesar.

5. Layanan Pasca Persalinan

Peserta atau sang ibu masih bisa mendapatkan layanan kesehatan pasca persalinan. BPJS akan menanggung biaya pemeriksaan pasca persalinan. Terutama selama nifas pertama hingga ketiga yaitu Nifas 1 (0-7 hari), nifas 2 (8-28 hari), dan nifas 3 (29-42 hari) pasca persalinan.

Setelah kondisi peserta membaik dan stabil pasca melahirkan, peserta bisa memanfaatkan pelayanan KB di Faskes KB. Peserta akan diberikan konseling seputar program keluarga berencana dan informasi seputar alat kontrasepsi. Ini juga bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran dari anak yang sudah dilahirkan.

error: Content is protected !!