Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Pencairan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai lembaga negara yang mengurus jaminan sosial bagi para pekerja, BPJS Ketenagakerjaan memberikan beragam program perlindungan bagi pekerja ketika berada dilingkungan kerja. Salah satunya adalah Jaminan Hari Tua (JHT) yang memberikan dana berupa uang tunai yang bisa dicairkan ketika sudah memasuki usia 56 tahun.

Program ini merupakan program andalan dari BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan hampir semua peserta BPJS mengambil program ini karena manfaatnya yang begitu penting di hari tua. Dana JHT akan dibayarkan apabila peserta sudah mencapai usia 56 tahun, atau cacat total tetap atau meninggal dunia.

Sebelum anda mencairkan dana JHT, anda harus mengetahui apa saja ketentuan klaim dana JHT BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dikarenakan agar proses klaim dana bisa berjalan cepat dan lancar. Dengan begitu anda bisa segera mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan anda.Ketentuan Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kapan Dana JHT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan ?

Berbicara mengenai pencairan dana JHT, ini bisa dilakukan menjadi dua cara. Cara pertama anda bisa mengambil sebelum usia 56 tahun dengan jumlah tidak sampai 100% dan ketika usia 56 tahun. Dana uang tunai yang dibayarkan merupakan nilai akumulasi dari iuran ditambah hasil pengembangannya (paling sedikit sebesar rata-rata bunga deposito counter rate bank pemerintah).

Jadi apabila anda semakin lama menjadi peserta, maka semakin besar uang tunai yang nanti bisa dicairkan. Sebelum mencairkan dana JHT, tidak ada salahnya anda mengecek saldo JHT terlebih dahulu untuk memastikan jumlah uang tunai yang nantinya bisa diambil. Dana atau uang tunai dari JHT ini akan dibayarkan apabila peserta memenuhi kriteria sebagai berikut :

  • Peserta sudah mencapai umur 56 tahun atau meninggal dunia, atau cacat total tetap.
  • Berhenti bekerja baik mengundurkan diri maupun terkena PHK.
  • Telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun dan masa tunggu 1 bulan
  • Pergi keluar negeri tidak kembali lagi, atau menjadi PNS/POLRI/ABRI

Jika peserta sudah memenuhi kriteria tersebut, maka jumlah dana JHT yang dibayarkan bisa 100%. Namun apabila anda membutuhkan dana segera karena ada kebutuhan mendadak, anda bisa mencairkan dana JHT meskipun belum memasuki usia 56 tahun.

Dana JHT yang bisa diambil tidak bisa 100%, melainkan hanya 10% dan 30% dengan rincian 10 % dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun dan 30% dari total saldo untuk uang perumahan. pencairan dana 10% dan 30% hanya bisa dilakukan ketika peserta masih aktif bekerja dan hanya bisa dilakukan satu kali saja untuk selamanya.

Ketentuan Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Dalam proses klaim dana JHT, pihak BPJS Ketenagakerjaan sudah memberikan kebijakan dan ketentuan yang harus dipatuhi. Hal ini dikarenakan agar manfaat dari program JHT bisa tepat sasaran. Uang yang sudah dicairkan juga bisa digunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketentuan ini harus anda ketahui agar nantinya ketika klaim dana JHT tidak terjadi kesalahpahaman. Berikut adalah ketentuan pengambilan dana JHT berdasarkan jumlah uang tunai yang diambil.

Ketentuan Klaim Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 100% :
  • Peserta yang bersangkutan harus sudah tidak bekerja lagi di perusahaan (dinyatakan non-aktif).
  • Karyawan atau peserta dinyatakan non-aktif apabila berhenti karena alasan pensiun, cacat total, PHK atau pengunduran diri.
  • Apabila karyawan atau peserta sudah dinyatakan non-aktif, iuran BPJS tidak dibayarkan lagi oleh perusahaan.
  • Dana ini baru bisa dicairkan 100% setelah karyawan menunggu minimal 1 bulan sejak dia meninggalkan perusahaan/dinyatakan non-aktif.
  • Apabila setelah proses pencairan dana karyawan atau peserta memutuskan untuk bekerja kembali, maka pembayaran iuran BPJS akan dibayarkan dari awal oleh perusahaan baru dan bisa melakukan pencairan kembali.
  • Pengambilan saldo BPJS Ketenagakerjaan/JHT tidak bisa diwakilkan, kecuali peserta atau karyawan meninggal dunia.

Sedangkan untuk pencairan dana JHT 10& dan 30%, pemerintah juga sudah menetapkan ketentuan yang harus dipatuhi. Ketentuan ini juga sudah tertulis pada Peraturan Pemerintah (PP) No 60 tahun 2015 yang mulai berlaku sejak 1 september 2015 disebutkan bahwa saldo JHT bisa diambil 10%, 30% hingga 100% tanpa harus menunggu usia kepesertaan 10 tahun atau peserta minimal berumur 56 tahun seperti yang tertera di peraturan sebelumnya (Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2015). Berikut ketentuan yang harus dipatuhi :

Ketentuan Pengambilan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 10% dan 30% :
  • Peserta bisa mengambil maksimal 10% dari total saldonya untuk persiapan pensiun.
  • Peserta bisa mengambil maksimal sebesar 30% dari total saldo yang dimilikinya untuk pengadaan perumahan.
  • Peserta hanya bisa mencairkan salah satu dari kedua pilihan yang disediakan, yakni 10% atau 30% (tidak bisa keduanya).
  • Pencairan dana 10% dan 30% tersebut hanya bisa dilakukan ketika peserta masih aktif bekerja dan hanya bisa dilakukan satu kali saja untuk selamanya.
  • Pengambilan saldo BPJS Ketenagakerjaan/JHT tidak bisa diwakilkan, kecuali peserta atau karyawan meninggal dunia.
Ketentuan tambahan lain yang perlu diperhatikan :
  • Apabila setelah mencapai usia 56 tahun peserta masih terus bekerja dan memilih untuk menunda pembayaran JHT, maka JHT akan dibayarkan saat yang bersangkutan berhenti bekerja.
  • Pihak BPJS Ketenagakerjaan wajib memberikan informasi kepada peserta mengenai besarnya saldo JHT beserta hasil pengembangannya minimal 1 (satu) kali dalam setahun.
    • Apabila peserta dinyatakan meninggal dunia, urutan ahli waris yang berhak atas manfaat JHT sbb :
    • Janda/duda.
    • Anak.
    • Orang tua, cucu.
    • Saudara Kandung.
    • Mertua.
    • Pihak yang ditunjuk dalam wasiat.
    • Apabila tidak ada ahli waris dan wasiat maka JHT dikembalikan ke Balai Harta Peninggalan.
  • Apabila terjadi JHT kurang bayar akibat pelaporan upah yang tidak sesuai, hal ini akan menjadi tanggungjawab perusahaan.

Program Jaminan Hari Tua memberikan manfaat yang begitu banyak. Program ini sangat diperuntukan bagi orang yang merencakan keuangan pada hari tua. Segera daftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan dapatkan manfaat yang diberikan.

error: Content is protected !!