Wajib Tahu! 2 Jenis Penambalan Gigi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Posted on

Gigi berlubang adalah salah satu gangguan pada gigi yang sering terjadi, baik orang dewasa maupun anak-anak. Maka dari itu, perawatan gigi harus dilakukan secara rutin untuk menghindari dampak dari gigi berlubang. Umunya gigi berlubang sisa dari makanan yang menempel pada gigi yang tidak dibersihkan dengan menyikat gigi.

Sisa-sisa makanan yang menempel di gigi ini akan menjadi plak yang perlahan akan mengikis lapisan-lapisan gigi hingga membentuk luban pada gigi. Jika gigi berlubang tidak segera di obati, lubang akan menjadi besar dan bisa menyebabkan infeksi dan gigi tanggal. Nah, salah satu solusi untuk menangani gigi berlubang adalah dengan cara menambal gigi.

Agar biaya tambal gigi tidak terasa berat, anda bisa menggunakan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan layanan penambalan gigi secara gratis dengan prosedur yang sudah ditetapkan oleh pihak BPJS Kesehatan. Perlu anda ketahui, ada 2 jenis penambalan gigi yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan yang bisa anda gunakan untuk mengatasi gigi berlubang anda.2 Jenis Penambalan Gigi Yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Daftar Jenis Penambalan Gigi Berlubang yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Berdasarkan peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 tahunn 2014 pasal 52 ayat 1, penambalan gigi menjadi salah satu perawatan gigi yang ditanggung BPJS Kesehatan. Penambalan gigi ini bisa dilakukan dan ditanggung oleh BPJS Kesehatan berdasarkan indikasi medis dari dokter gigi, diantaranya :

  1. Tumbatan GIC adalah tambal gigi yang menggunakan Semen IC/Glas Ionomer Cement. Jenis penambalan gigi ini siasanya digunakan untuk tambal gigi untuk anak-anak atau orang dewasa yang bersifat semi permanen.
  2. Tumpatan Komposit adalah tambal gigi komposit yang menggunakan bahan yang sewarna gigi (hampir serupa). Bahan yang digunakan terbuat dari resin komposit dengan proses pengerasan dari sinar light cure.

Untuk menjaga kesehatan gigi agar tidak berlubang, kita harus membersihkan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi mengandung fluoride. Kurangi mengkonsumsi makanan manis dan asam serta rutin merawat gigi dengan mengunjungi dokter gigi secara rutin.

Apabila terjadi gigi berlubang, biasanya gejala setiap orang berbeda-beda, tergantung dari tingkat keparahan dan lokasi lubang di gigi. Saat lubang masih kecil, gejala yang timbul mungkin tidak terasa. Namun, ketika lubang sudah membesar, gejala yang timbul bisa beragam, diantaranya :

  • Sakit gigi, terutama ketika mengigit atau ketika gigi ditekan.
  • Gigi menjadi sensitif.
  • Nyeri ketika mengonsumsi makanan atau minuman yang manis, dingin atau panas.
  • Terdapat lubang yang terlihat jelas pada gigi.
  • Nyeri pada gigi yang terjadi secara spontan tanpa penyebab yang jelas.
  • Terdapat bagian gigi yang berubah warna menjadi putih, cokelat, atau hitam.

Lakukan pencegahan sejak dini dengan membersihkan gigi dan melakukan perawatan gigi secara rutin dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Makan makanan yang bergizi dan mengadung serat tinggi. Gigi yang beresih dan indah bisa anda dapatkan dengan mengikuti gaya hidup sehat.