Cara Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Perawatan Gigi

Perawatan gigi menjadi salah satu jenis perawatan yang cukup jarang dilakukan oleh manusia. Hal ini dikarenakan biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Untungnya, BPJS Kesehatan bisa anda gunakan untuk mengcover biaya perawatan gigi.

Namun tidak semua jenis perawatan gigi bisa ditanggung oleh BPJS, hanya beberapa saja dan memang diperuntukan untuk kesehatan dan bukan untuk kecantikan. Berdasarkan peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 tahun 2014 pasal 52 ayat 1, ada 9 jenis perawatan gigi yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Jadi bagi anda yang ingin melakukan perawatan gigi, anda jangan ragu untuk menggunakan BPJS Kesehatan agar biaya yang dikeluarkan tidak terlalu berat. Agar biaya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, peserta harus mematuhi prosedur dan peraturan yang sudah ditetapkan. Ini dikarenakan agar layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan tidak disalahgunakan.Cara Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Perawatan Gigi

Cara Menggunakan BPJS Kesehatan Untuk Perawatan Gigi

Sama halnya dengan prosedut layanan kesehatan lainnya, perawatan gigi juga memiliki prosedur yang sudah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan. Anda cukup membawa kartu BPJS Kesehatan untuk administrasi dan klaim layanan kesehatan. Berikut adalah prosedur yang harus ditempuh agar perawatan gigi bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan :

1. Datangi Faskes 1
Agar semua layanan kesehatan bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan, anda harus mendatangi Faskes (Fasilitas Kesehatan) tingkat 1 terlebih dahulu. Faskes ini bisa berupa Dokter Gigi di Puskesmas, Dokter Gigi di Klinik, atau Dokter Gigi Praktek Mandiri/Perorangan.

Baca Juga : Apakah Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan

Di Faskes 1 peserta melakukan pendaftaran dengan mengisi Daftar Isian Peserta (DIP) yang sudah disediakan oleh BPJS Kesehatan. Selanjutnya, petugas dari Faskes 1 akan memeriksa kondisi gigi dan melakukan perawatan terhadap gigi peserta.

Apabila dirasa perlu melakukan tindakan lebih lanjut, baik dikarenakan fasilitas dari Faskes 1 yang kurang memadai atau perlu tindakan dokter spesialis Gigi, maka peserta akan dirujuk ke Faskes lain yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap.

Dari sini, administrasi perlihal pelayanan mulai dari biaya administrasi, layanan perawatan gigi hingga surat rujukan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Jika di Faskes peserta tidak memiliki fasilitas untuk layanan kesehatan gigi, maka sebaiknya peserta melakukan penggantian Faskes.

Penggantian Faskes bisa dilakukan untuk mendapatkan fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap. Peserta bisa melakukan penggantian Faskes 1 kali dalam waktu 3 bulan setelah pendaftaran faskes pertama atau yang digunakan saat ini.

2. Tindakan Darurat atau Tindakan Lanjutan dari Dokter
Tindakan darurat ini akan dilakukan apabila ketika pada pemeriksaan gigi di Faskes 1 terdapat penyakit yang cukup serius dan Faskes 1 tidak bisa menangani. Agar bisa mendapatkan penanganan segera dan tindakan dokter Gigi, Faskes 1 akan memberikan surat rujukan ke Faskes tingkat lanjut atau rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap dengan SDM yang memadai untuk menangani penyakit gigi tersebut.

Bawa surat rujukan dari Faskes 1 dan kartu BPJS peserta untuk melakukan pendaftaran pada rumah sakit yang ditunjuk sebagai rujukan. Jika pendaftaran sudah dilakukan, peserta akan mendapatkan layana kesehatan gigi mulai dari pemeriksaan, pengobatan, konsultasi dan perawatan dari dokter spesialis gigi, obat atau Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga : Prosedur Pasang Gigi Palsu Menggunakan BPJS Kesehatan

Kesehatan gigi menjadi yang sangat penting untuk diperhatikan, mengingat gigi memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Lakukan perawatan gigi secara rutin dengan menggunakan BPJS Kesehatan. Ikuti prosedur yang sudah ditetapkan agar biaya perawatan gigi bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

error: Content is protected !!