Cara Mendaftarkan Bayi Yang Sudah Lahir Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Sebagai calon orang tua, tentu akan mempersiapkan segala hal untuk menyambut kelahiran buah hati ke dunia. Mulai dari memenuhi perlengkapan dan keperluan bayi hingga mainan untuk bayi. Padahal selain itu, masih ada hal yang lebih penting, yaitu jaminan kesehatan bayi sejak lahir.

Salah satu cara agar bayi bisa mendapatkan jaminan kesehatan yaitu dengan mendaftarkan bayi sebagai peserta BPJS Kesehatan. Peserta BPJS Mandiri bisa mendaftarkan bayinya yang sudah lahir sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Untuk peserta BPJS PPU, bayi yang bisa didaftarkan dan akan ditanggung oleh perusahaan adalah bayi atau anak 1,2 dan 3. Untuk anak ke-4 bisa didaftarkan sebagai peserta BPJS Mandiri.

Pendaftaran Bayi Yang Sudah Lahir Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Ketentuan Pendaftaran Bayi Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Agar bayi yang baru lahir bisa mendapatkan jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan, anda harus mengetahui apa saja ketentuan dan persyaratan yang dibutuhkan. Peserta BPJS bisa segera mendaftarkan bayinya ke BPJS maksimal 28 hari setelah dilahirkan.

Peserta yang bisa mendaftarkan bayinya yaitu peserta PBI, peserta PPU sampai anak ke 3 dan peserta mandiri. Untuk peserta PBI, pendaftaran BPJS untuk bayi sudah diatur oleh undang-undang dalam peraturan BPJSK 4/2014, peraturan direksi BPJSK 211/2014, surat direksi nomor 11255/VII.2/2014 yang dirangkum dalam peraturan BPJSK 1/2015.

Baca Juga : Prosedur Operasi Caesar Menggunakan BPJS Kesehatan

Didalamnya dijelaskan bahwa bayi yang baru lahir dari peserta PBI dapat didaftarkan tanpa masa tenggang. Tetapi bayi menjadi peserta mandiri bukan peserta PBI. Kecuali bayi atau orang tua mendapatkan rekomendasi dari dinas sosial untuk menjadi peserta PBI nasional.

Persyaratan Pendaftaran Bayi Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Setelah mengetahui apa saja ketentuan dalam pendaftaran BPJS untuk bayi, sebelum melakukan pendaftaran anda harus melengkapi dokumen persyaratan. Berikut adalah persyaratan yang harus anda penuhi terlebih dahulu :

  • KTP suami dan istri Fotocopy
  • Kartu BPJS suami dan istri
  • Kartu keluarga (KK) Fotocopy
  • Surat Nikah Fotocopy
  • Surat keterangan lahir (bisa anda minta dari dokter/bidan) Fotocopy
  • Surat pengantar perawatan dari rumah sakit/bidan Fotocopy
  • NIK bayi dari kecamatan setempat. Untuk proses pembuatan NIK anda memerlukan surat pengantar pembuatan NIK dari RT/RW dan desa/kelurahan setempat dan surat keterangan kelahiran dari dokter/bidan
  • Surat rekomendasi dari dinas sosial setempat (khusus untuk peserta pemegang jamkesmas, jamkesda dan peserta BPJS PBI kelas III). Untuk membuat surat rekomendasi bisa langsung menuju dinas sosial dengan membawa surat keterangan tidak mampu (SKTM) dari RT/RW yang dilanjutkan ke kantor kepala desa/kelurahan setempat

Prosedur Pendaftaran Bayi Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Setelah melengkapi dokumen persyaratan, anda bisa segera melakukan pendaftaran bayi ke kantor BPJS terdekat. Anda bisa segera melapor kepada petugas setempat untuk memudahkan anda. Biasanya akan disediakan loket khusus untuk pendaftaran bayi sehingga anda tidak perlu mengantri panjang.

Isi formulir pendaftaran dengan teliti agar tidak terjadi kekeliruan. Setelah melakukan pendaftaran, segera membayar iuran pertama tanpa harus menunggu 14 hari kerja. Setelah melakukan pembayaran pertama, kartu BPJS Kesehatan bayi sudah aktif dan bisa digunakan.

Baca Juga : Begini Prosedur Persalinan Menggunakan BPJS Kesehatan

Perlu anda ketahui, kartu BPJS Kesehatan miliki bayi bersifat sementara. Nama bayi dalam kartu BPJS akan mengikuti nama dari Ibu. Setelah bayi memasuki umur 3 bulan lebih, orang tua harus mendaftarkan ulang anak sebagai peserta BPJS Kesehatan sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

error: Content is protected !!