Begini Status Kepesertaan BPJS PPU Karyawan Setelah Resign Maupun PHK

Posted on

Didalam dunia kerja, menjadi seorang karyawan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ada banyak masalah yang harus dihadapi yang bisa mempengaruhi status kepesertaan BPJS. Itu berarti status kepesertaan BPJS tidaklah permanen. Dalam artian pekerja bisa mengundurkan diri (resign) atau terkena Putus Hubungan Kerja (PHK).

Jika hal tersebut terjadi, bagaimana dengan status kepesertaan BPJS karyawan setelah resign atau berhenti bekerja?. Apakah akan terkena tunggakan atau apakah harus bayar denda? Apakah iuran bulanan selanjutnya harus membayar sendiri? Perlukah daftar BPJS kembali?.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan muncul bagi peserta BPJS PPU yang ingin atau akan berhenti bekerja baik resign maupun terkena PHK. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai Status Kepesertaan Peserta BPJS Karyawan PPU Setelah Resign maupun PHK.

Status Kepesertaan BPJS PPU Karyawan Setelah Resign Maupun PHK

Status Kepesertaan BPJS PPU Setelah Resign maupun PHK

Pengunduran diri (Resign) atau Putus Hubungan Kerja (PHK) bisa terjadi kapan saja dan siapa saja bagi karyawan yang bekerja disebuah perusahaan. Ada banyak faktor yang menjadi alasan karyawan untuk berhenti bekerja.

Tentu hal tersebut akan mempengaruhi status kepesertaan BPJS PPU. Dalam hal ini pemerintah sudah menetapkan status kepesertaan BPJS PPU untuk karyawan yang keluar dari perusahaan dalam dua kategori. Berikut ulasannya :

Karyawan Yang keluar Karena Putus Hubungan Kerja (PHK)

Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (JSN) dan Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, didalamnya terdapat pembahasan mengenai karyawan yang mengundurkan diri atau mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Baca Juga : Prosedur Pindah Kepesertaan Dari BPJS Perusahaan ke Mandiri

Disana dijelaskan bahwa “Karyawan yang mengalami PHK masih tetap memperoleh Manfaat Jaminan Kesehatan paling lama enam bulan sejak di PHK tanpa membayar iuran”. Hal tersebut juga diperkuat dengan adanya surat edaran dari BPJS Kesehatan sebagai berikut :Surat Edaran Status Kepesertaan BPJS PPU Karyawan Karena PHK

Didalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa perusahaan masih memiliki kewajiban untuk membayarkan iuran BPJS kesehatan untuk karyawan yang keluar karena di PHK selama 6 bulan ke depan. Selain itu, kartu BPJS dari karyawan yang keluar masih bisa digunakan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS.

Agar dikemudian hari tidak terjadi masalah dan kartu BPJS Kesehatan bisa digunakan, maka karyawan disarankan secepatnya melakukan perubahan data kepesertaan. Berikut adalah alasan mengapa karyawan yang sudah berhenti bekerja harus segera melakukan perubahan data :

  • Apabila setelah 6 bulan karyawan masih belum mendapatkan pekerjaan kembali, maka sebaiknya melapor ke dinas sosial setempat untuk menjadi peserta BPJS PBI jika peserta merasa tidak mampu untuk membayar iuran BPJS.
  • Karyawan harus mendaftar menjadi peserta BPJS mandiri apabila belum mendapatkan pekerjaan baru.
  • Setelah mendapatkan pekerjaan baru, karyawwan harus pindah menjadi peserta BPJS PPU di perusahaan yang baru, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan perusahaan sebelumnya untuk menonaktifkan kepesertaan di perusahaan lama tersebut.
  • Jika setelah 6 bulan masih belum melakukan perubahan data kepesertaan, baik sebagai peserta BPJS mandiri maupun perusahaan lainnya, maka seharusnya tidak ada utang-piutang antara pihak BPJS Kesehatan dan peserta yang bersangkutan.
Karyawan Yang keluar Karena Mengundurkan Diri (Resign)

Sedangkan untuk karyawan yang keluar karena mengundurkan diri (Resign), sudah dijelaskan oleh Departemen Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Grup Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan Kantor Pusat. Mereka menjelaskan bahwa perusahaan tidak memiliki kewajiban lagi untuk membayarkan iuran untuk karyawan yang bersangkutan di bulan berikutnya.

Maka dari itu, agar tidak terjadi tunggakan, karyawan harus segera melakukan perubahan data kepesertaan untuk menjadi peserta BPJS mandiri. Untuk melakukan perubahan tidaklah sulit, anda cukup mendatangi kantor cabang BPJS setempat dengan membawa pesyaratan sebagai berikut :

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Kartu BPJS Kesehatan
  • Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Surat keterangan sudah mengundurkan diri dan keluar dari perusahaan
  • Hasil koordinasi dengan pihak perusahaan bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan dari perusahaan untuk karyawan tersebut sudah dinonaktifkan.

Baca Juga : Prosedur dan Cara Mutasi BPJS Perusahaan Lama ke Perusahaan Baru

Jika karyawan tidak segera melakukan perubahan data kepesertaan, maka kartu BPJS tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, karyawan bisa dikenakan tunggakan yang harus dilunasi ketika karyawan ingin melakukan perubahan kepesertaan menjadi peserta BPJS mandiri.

Demikian ulasan singkat mengenai Status Kepesertaan BPJS PPU Karyawan Setelah Resign Maupun PHK. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat untuk anda.